Monday, June 22, 2009

Pembiakan Ayam Laga

Mengahwinkan sepasang ayam laga bukanlah perkara yang sukar, terutama bagi peternak yang sudah berpengalaman. Hal yang sulit adalah mencari Pejantan dan Indukan yang berkualiti tinggi. Mengahwinkan induk biasanya dilakukan di kandang @ reban ladung (luas) atau dengan sistem (kawin tembak) cara paksaan. Caranya induk betina dipegang, lalu induk jantan akan mengawini si betina. Cara ini terkenal dan paling efektif dalam menghasilkan keturunan. Induk jantan yang baik biasanya tidak terlalu sulit dikawinkan dengan cara paksaan. Jika induk jantan tidak mau mengawini induk betina dengan cara paksaan, sebaiknya induk jantan dan induk betina dikawinkan di dalam kandang ladung.

Satu ekor pejantan bisa mengawini 3-4 induk betina. Induk yang telah dikawinkan akan bertelur seminggu setelah dikawinkan. Induk betina ayam laga bertelur terbatas, tidak lebih dari 20 butir setiap periodnya. Hal ini berbeza dengan ayam kampung yang biasanya bertelur sampai 30 butir untuk setiap period. Telur-telur tersebut kebiasaanya dieramkan oleh induknya atau ditetaskan di dalam mesin tetas. Untuk usaha berskala kecil, penetasan biasa dilakukan oleh induknya, tetapi untuk usaha berskala besar, terutama peternakan yang menjual anak-anak muda, penetasan dengan mesin tetas dapat mempercepat kapasiti produksinya.

Anak ayam menetas setelah dierami oleh induknya selama 21 hari atau sama dengan penetasan menggunakan mesin tetas. Anak ayam yang baru menetas akan ditempatkan di reban setelah berumur dua hari. Reban anak ayam tersebut dilengkapi dengan pemanas yang berfungsi sebagai induk buatan. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam mengawinkan ayam laga adalah tidak mengawinkan saudara sedarah (induk sama).

2 comments:

  1. wow..memang pakar dlm proses pembikinan baka ayam laga..Tahniah..dpt tips

    ReplyDelete
  2. boleh kah say tahu berapa harga ayam laga malaysia yang siap tempur ?

    ReplyDelete